Kerja Sama UYP dengan 4 Perguruan Tinggi asal Kamboja

Yudharta.ac.id - Senin (21/11/2016), Universitas Yudharta Pasuruan merupakan salah satu perguruan tinggi yang bekerja sama dengan perguruan tinggi di Kamboja. Acara penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan di Hotel Horison Malang.

Empat perguruan tinggi Kamboja tersebut adalah Industrial Technical Institute (ITI), Regional Polytechnic Institute Techo Sen Takeo (RPITST), Regional Polytechnic Institute Techno Sen Battambang (RPITSB), dan Battambang Institute of Technology (BIT).

Menurut Lukman Hakim, M. Kom selaku Kaprodi Teknik Informatika, “kerja sama dengan institusi luar negeri ini untuk mendorong penguatan Perguruan Tinggi di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Bentuk kerja sama ini bisa dilakukan dalam berbagai aspek, diantaranya dengan melakukan pertukaran dosen, staf akademik, dan mahasiswa. Selain itu acara yang difasilitasi oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer Indonesia (Aptikom) Wilayah VII Jawa Timur ini, untuk ke depannya bisa melakukan transfer kredit, student mobility dan menggelar kegiatan budaya bersama. Masih banyak lagi manfaat yang bisa didapat dari jalinan kerja sama yang terbangun dengan berbagai Perguruan Tinggi dari Kamboja.

Berita foto di atas disarikan dari laman resmi Universitas Yudharta Pasuruan dengan judul asli "UYP menandatangani Kerja Sama dengan 4 Perguruan Tinggi Kamboja".

Ikrar Santri Indonesia

Bismillahirrahmanirrahim, 

Asyhadu allaa Ilaaha Illallah, Wasyhadu anna Muhammadar Rasulullah

Kami santri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berikrar :

  1. Sebagai santri NKRI, berpegang teguh pada aqidah ajaran  nilai dan tradisi islam Ahlussunnah wal Jamaah.
  2. Sebagai santri NKRI, bertanah air satu,  tanah air Indonesia, berideologi negara satu,  ideologi Pancasila, berkonstitusi satu, UUD 1945, berkebudayaan satu, kebudayaan Bhinneka Tunggal Ika.
  3. Sebagai santri NKRI, selalu bersedia dan siap siaga menyerahkan jiwa dan  raga membela tanah air dan bangsa Indonesia, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional serta mewujudkan perdamaian abadi.
  4. Sebagai santri NKRI, berperan aktif dalam pembangunan nasional, mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin untuk seluruh rakyat Idonesia yang berkeadilan
  5. Sebagai santri NKRI, pantang menyerah, pantang putus asa serta siap berdiri di depan melawan pihak-pihak yang akan merongrong Pancasila, UUD 1945, NKRI dan  Bhineka Tunggal ika, serta konstitusi dasar lainnya  yang bertentangan dengan semangat proklamasi kemerdekaan dan resolusi jihad Nahdlatul Ulama.

 

Nur Iman FC Juara Liga Santri Nusantara (LSN) 2016

(Sumber foto: ligasantrinusantara.com)

Ligasantrinusantara.com, Sleman - Pertandingan Final Liga Santri Nusantara 2016 berlangsung begitu sengit sejak peluit panjang berbunyi. Kedua tim saling memperlihatkan pola permaianan yang cepat. Umpan lambung menjadi gaya umpan yang dimainkan Nur Iman FC, smentara Walisongo FC lebih memelih umpan crosing yang sering membahayakan pertahannan belakang Nur Iman FC.

Bahkan Triwidodo(10) gelandang serang Walisongo FC beberapa kali berhasil melewati dua tiga pemain belakang Nur Iman FC tepat pada menit Triwododo kemabali berhasil menembus pertahanan belakang yang cukup ketat.

Sayang penjaga gawang Nur Iman FC memilih menerima pelanggaran di luar kotak penalti setelah menjatuhkan Triwododo  saat sudah berdua dengan penjaga gawang Nur Iman FC Dedi. Pertandingan yang dipimpin wasit Haryadi Wahidin  akhirnya hanya mengganjar ganjar tendang bebas 100 miter dari gawang.

NU Online Bakal Isi Pelatihan Jurnalistik 1.000 Santri

NU Online - Ikatan Alumnus Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon direncanakan menggelar Pelatihan Jurnalistik dengan tema “Jurnalisme Pesantren untuk Perdamaian”. Pelatihan yang akan dihelat pada 4-5 November di Kompleks Al-Jadid PP KHAS Kempek itu diperkirakan melibatkan peserta sebanyak 1.000 santri dari ratusan pesantren se-wilayah III Cirebon.

Ketua panita, Sobih Adnan mengatakan, sebagai pembicara utama, pelatihan ini akan menghadirkan  duta baca Indonesia Najwa Shihab. Presenter acara talkshow di salah satu televisi swasta itu diagendakan mengisi kuliah umum bertema “Pesantren, Media, dan Perdamaian Indonesia”.
 
“Selain itu, kami juga melibatkan puluhan jurnalis dan penulis andal dari media lokal dan nasional. Teknisnya, pelatihan digelar secara paralel melalui kelas-kelas yang dibuka sesuai dengan minatan masing-masing peserta,” ujar Sobih.
 
 
(Sumber foto: NU Online)
 
Sementara itu, salah satu pengasuh Pesantren KHAS Kempek Cirebon, KH Muhammad Ja’far Aqil mengatakan kemampuan menulis semakin menjadi kebutuhan penting bagi para santri. Pesantren, kata dia, harus bisa menuliskan sejarah dan perannya terhadap kemajuan bangsa Indonesia.

Tentang Kami

Pondok Pesantren Ngalah.
Jl. Pesantren Ngalah No. 16 Pandean Sengonagung Purwosari Pasuruan
Jawa Timur Kode Pos 67162

Telp./Fax. (0343) 0343 611250; E-Mail:

Connet With Us