Antisipasi Islam Radikal, Kepala Pesantren Putri Inisiasi Seminar Di Asrama I

 

Dr. H. Ubaidillah. M.Ag Bersama Ustadzah Nurma Yuwita S.Sos,. M.I.Kom

Ngalah.net-Senin 13/02/17 Perpecahan Islam bertahun tahun menjadi polemik dan menggemparkan mancanegara menjadi sangat penting untuk dipahami dan dikaji lebih dalam lagi oleh umat Islam sendiri. Beberapa aliran-aliran radikal menjadikan para mahasiswa sebagai sasaran hangat untuk diajak masuk dalam kelompok mereka. Dalam menghadapi hal tersebut, para santri putri Pondok Pesantren Ngalah Sengonagung Purwosari Pasuruan, yang notabene-nya adalah mahasiswi Universitas Yudharta Pasuruan mengikuti Seminar Nasional dengan big theme “Membongkar Propaganda Wahabi dalam Provokasi Sunni-Syi’ah.”

Acara ini dinarasumberi langsung oleh dosen pascasarjana UYP yang ahli pada bidang Islamic Studies, beliau adalah Dr. H. Ubaidillah. M.Ag. Dalam pembahasan tema seminar beliau mengatakan bahwa perpecahan di Indonesia bukan masalah agama tapi karena masalah politik, kepemimpinan lebih tepatnya. Selain itu beliau juga memberikan penjelasan tentang bagaimana jalur aliran-aliran tersebut mempengaruhi orang dan mengembangkan kelompok mereka di Indonesia  contohnya melalui beasiswa di kampus-kampus umum.

Nurma Yuwita selaku kepala pesantren putri adalah penginisiasi acara yang diadakan di Asrama I PonPes Ngalah itu. Beliau menuturkan bahwa kegiatan ini sangat penting selain untuk membekali para santri dalam menghadapi perpecahan Islam saat ini juga untuk menunjukkan bahwa santri sekarang tidak hanya berdiam diri hanya mengamati fenomena dan hanya mengaji kitab-kitab kuning tapi juga aktif dalam menanggapi, membedah dan menemukan solusi fenomena tersebut. Meski sudah banyak mendapat wejangan-wejangan dari KH. Sholeh Bahrudin selaku pengasuh pesantren mengenai waspada aliran radikal, namun mereka tetap dengan antusias mengikuti seminar tersebut.

Dalam penutupan seminar nasional ini Pak Ubaid, begitu biasa beliau dipanggil, memberikan sedikit kesimpulan dan pesan terhadap para santri mahasiswi, “Sebagai umat Islam harus menjaga eksistensi keislaman. Tidak boleh mengesampingkan lokalitas, harus selalu waspada dengan sisi-sisi negatif yang dikembangkan oleh Syi’ah dan Wahhabi, selain itu sebagai umat Islam kita harus bangga dengan ahlussunnah ala Nahdliyin (NU).” (Dh/Mus)

 

 

Latih Santri Berkarya, NEE Adakan Ngaji Multimedia

Ngalah.net-Latih santri berkarya dalam bidang multimedia Ngalah Event Equipment NEE adakan ngaji multimedia bagi santri Pondok Pesantren Ngalah, di Aula MA Darut Taqwa Purwosari.  Ahad 25/12/2016.

Dalam kegiatan yang diikuti 70 santri putra-putri tersebut panitia menghadirkan Pimred Nurul Hayat Chanel Imam Erianto Surabaya dan Zaenal.S.Ikom Fotografer dan Penyiar Radio sebagai pembicara serta menyuguhkan live music Pith and Friend’s.

Luqman Zainal Abidin selaku ketua pantia menuturkan bahwa kegiatan tersebut dimaksudkan untuk melatih, meningkatkan kompetisi santri pondok pesantren ngalah agar sadar multimedia, giat berkarya dalam bidang multimedia,sehingga santri tidak sekedar jadi penonton dan kagum dengan karya-karya orang lain, melainkan lebih bangga dengan karya pribadi

“Tujuan diadakan ngaji multimedia ini yakni melatih santri agar bisa berkarya dalam bidang multimedia, karena saat ini santri bukan saatnya hanya bisa melihat, dan kagum dengan karya-karya orang lain, tapi harus berkarya sendiri” Ujar Luqman

Lukman menambahkan bahwa Ngaji multimedia saat ini, merupakan langka awal dalam mengenalkan Multimedia secara umum dikalangan santri Ngalah, Ia menegaskan bahwa masih akan ada follow-up dikemudian hari,  dengan pembelajaran 2 bidang multimedia yang lebih spesifik yakni Videografi dan Audio mixi.

Menurtnya dengan adanya fokus peembelajaran tersebut diharapkan peserta dapat menguasai dan kompeten dengan bidang yang telah dipilih terlebih mampu mengaplikasikan dalam kegiatan real pesantren seperti Haflah dan kegiatan pesantren lainnya. Pungkasnya (Muslim)

Nostalgia Santriwati Ngalah Peraih Medali POSPENAS Banten 2016

Senyum kebahagian Ima dan perunggu dilehernya

Ngalah.net - Sebuah kebahagiaan tersendiri bagi Nur Rochmatus Sa’diyah Masulin atau yang akrab di sapa Ima, salah seorang santri Pondok Pesantren Ngalah yang meraih medali perunggu dalam kompetisi POSPENAS (Pekan Olah Raga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional) ke VII yang berlangsung di Banten tahun 2016.

Tak mudah memang menjadi juara di laga apalagi tingkat nasional, hal ini tak lepas dari semangat tim dan usaha Ima, santriwati yang kini masih duduk di bangku kelas XI SMA Darut Taqwa ini. Berawal dari kecintaannya terhadap dunia olah raga, Ima di lirik Waka. Kesiswaan SMA Darut Taqwa yang bukan lain merupakan Kepala Pondok Pesantren Ngalah, untuk ikut serta kompetisi POSPEDA tingkat Kabupaten. Walhasil Ima beserta tim Cabor (Cabang Olah Raga) Hadang Pondok Pesantren Ngalah lolos seleksi dan siap tanding di tingkat Provinsi.

Saat ditemui, gadis usia 16 tahun yang bermukim di Asrama H ini tak lupa bernostalgia, betapa banyak keringat yang menetes saat berusaha menyisikan peserta dari daerah lainnya ketika seleksi provinsi di Surabaya. Namun hal itu terbalas setelah diumumkan bahwa dirinya bersama rekan-rekannya Lela, Risma, Fida, Nuril dan Reza Tim Hadang Pondok Pesantren Ngalah dan Ravika Duri dari Kabupaten Probolinggo terpilih sebagai Duta Jawa Timur di ajang POSPENAS 2016.

"setelah kami terpilih, lalu kami dikarantina selama 2 hari untuk pemantapan strategi dan pelatihan intens, di hotel Utami Juanda Surabaya, dan tepatnya pada 20 Oktober kami berangkat ke Banten siap tempur dan bertemu Pak Jokowi", ujar Ima.

POSPENAS VII BANTEN 2016 memang dibuka langsung oleh Presiden RI, Ir.Djoko Widodo yang didampingi oleh Gubernur Provinsi Banten, Rano Karno dan bertempat di stadion Maulana Yusuf.

Dan yang tak kalah seru, cerita Ima pada tanggal 22 Oktober 2016, bahwa Ia beserta tim Hadangnya berkesempatan tanding melawan kontingen Provinsi Bangka Belitung. Sebagaimana semangat resolusi jihad yang kini diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Tim Hadang Jawa Timur lolos ke tahap Final. Dalam babak Final (23/10/2016), mereka terkuras tenaga hingga hanya berhasil menduduki posisi ke-3 dan memperoleh medali Perunggu.

Peringati Sumpah Pemuda, Santri Ngalah Adakan Seminar Anti Narkoba

Perwakilan Pesantren, Yayasan dan Kepolisian (Foto: Muslim)

Ngalah.Net - Dalam Rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2016, Pengurus Keamanan dan Ketertiban Pondok Pesantren Ngalah adakan Seminar Anti Narkoba, di Aula Pancasila Universitas Yudharta Ahad, 30/10/2016.

Sebagai Pembicara, hadir Polisi Wanita Tahiyyatul Azizah dari Polres Pasuruan didampingi Agus Purnomo SH Satreskrim Narkotika dan Purwo Laksono dari jajaran Polsek Purwosari. Disamping itu turut berpartirsipasi H. Agus Ach. Syaikhu Majelis Pembina Pengurus Pesantren Ngalah, H. Agus Yaqutun Nafis selaku Pengurus Yayasan Darut Taqwa, Dr. H. Saifulah, MHI Selaku Rektor Universitas Yudharta Pasuruan, segenap tamu undangan, Pengurus Pondok Pesantren Ngalah dan perwakilan Masing-masing lembaga yang berada di naungan Yayasan Darut Taqwa Sengonagung

Dalam Kegiatan yang dikemas dalam tema "Mewujudkan Generasi Muda Bebas Narkoba Untuk Menggapai Masa Depan Bangsa" ini, Agus H. Ach. Syaikhu dalam sambutannya menuturkan bahwa sebagai seorang santri atau pelajar jangan sampai membudayakan pola hidup tidak sehat terutama dengan menghindari betul yang namanya narkoba.“Orang mencari ilmu harus sehat tidak boleh terkena penyakit apapun lebih-lebih Narkoba” , tutur Ketua I dan Pengasuh Asrama J&K Pesantren Ngalah tersebut.

Agus Purnomo selaku nara sumber juga menuturkan akan bahaya narkoba, dan menyampaikan karakteristik pemakai obat terlarang tersebut.“Jadi cara kita mengidentifikasi pemakai biasanya matanya sayup, over gerak tubuh yang tidak dikontrol otak, sulit nyambung diajak berkomunikasi dsb” ungkap Polisi Narkotika asal Kendal ini saat ditanya peserta. (muslim)

Tentang Kami

Pondok Pesantren Ngalah.
Jl. Pesantren Ngalah No. 16 Pandean Sengonagung Purwosari Pasuruan
Jawa Timur Kode Pos 67162

Telp./Fax. (0343) 0343 611250; E-Mail:

Connet With Us