Pembelajaran Politik Santri

Oleh Romo KH. M. Sholeh Bahruddin, tausyiah yang berbentuk maklumat ini dikhususkan bagi santri Pondok Pesantren sebagai pembelajaran santri terhadap politik yang berwawasan kebangsaan. Adapun tausyiah beliau sebagaimana berikut:

Wawasan politik: wali songo sukses perjuangannya dengan politik kebangsaan (kemanusiaan), tidak dengan politik kekuasaan (jabatan, kedudukan) atau partai. Gajah Mada pun juga demikian dan Yayasan Darut Taqwa kita pun juga demikian.

Apabila dengan politik kekuasaan, jabatan atau partai maka bubar (gagal), walaupun Pondok Pesantren, lihat kenyataannya dimana-mana.

 

Politik itu kejam, contoh: di zaman para sahabat; terjadi pertumpahan darah di antara para sahabat, itulah akibat politik kekuasaan (jabatan, kedudukan) dan partai, sampai cucu Nabi (sayyidina Husen) yang di Karbala menjadi korban karena akibat politik kekuasaan.

Maka dari itu, perlu kami sampaikan kepada seluruh santri kami, agar supaya tidak dicaplok (dimakan) para politikus-politikus atau agar tidak menjadi korban politik, karena bukan hewan melainkan insan yang berjiwa kebangsaan dan kenegaraan. Cukup sekian, semoga ada kemaslahatan.

 

Sengonagung, 03 Pebruari 2011

Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah

 

KH. M. Sholeh Bahruddin

Tentang Kami

Pondok Pesantren Ngalah.
Jl. Pesantren Ngalah No. 16 Pandean Sengonagung Purwosari Pasuruan
Jawa Timur Kode Pos 67162

Telp./Fax. (0343) 0343 611250; E-Mail:

Connet With Us